Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Beras Premium Langka di Ritel Modern, Mendag Pastikan Bulog Siap Tambah Pasokan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons kelangkaan beras premium di sejumlah jaringan ritel modern. Pemerintah sebelumnya telah menyepakati penyaluran beras Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan pasokan di jaringan ritel tersebut.

Budi mengatakan persoalan ketersediaan beras Bulog di sejumlah supermarket akan kembali dikomunikasikan dengan pihak terkait agar distribusi dapat berjalan sesuai kesepakatan.

“Ya, kan kemarin sudah dari Pak Kepala Bapanas juga, kemudian dari Bulog kan akan mensuplai, ya, beras,” kata Budi Santoso saat ditemui dalam acara soft launching platform digital InaExport di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menteri yang akrab disapa Busan itu menegaskan, pemerintah sebelumnya telah menyepakati penyaluran beras Bulog ke jaringan ritel modern.

“Beras nanti coba kami komunikasikan, ya. Tapi kemarin kan sudah disepakati akan mensuplai beras di ritel modern,” tegasnya.

Bulog Diminta Tambah Pasokan

Kelangkaan beras premium sebelumnya terjadi di sejumlah jaringan ritel modern. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan beras di pasar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya memerintahkan Perum Bulog menambah pasokan beras ke jaringan ritel modern. Tambahan pasokan yang disiapkan mencapai 300 ribu ton dan dapat ditingkatkan apabila kebutuhan pasar masih belum terpenuhi.

“Sudahlah kalau 200 (ribu ton) 300 ribu (ton), berasnya banyak. Ya you aja sampaikan bahwa diperintahkan tulis judulnya, Kepala Bapanas memerintahkan Bulog 300 ribu (ton) bila perlu kali tiga,” kata Amran.

Menurut Amran, penambahan pasokan tersebut dimungkinkan karena cadangan beras pemerintah masih berada pada level yang besar. Ia menyebut stok beras pemerintah berada di kisaran 4,6 juta hingga 5 juta ton.

“Kami sudah perintahkan Bulog. Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton, 4,6 (juta ton) hari ini. Kita sewa gudang 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman,” ujar Amran.

Pemerintah kini mendorong koordinasi antara Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Kementerian Perdagangan agar pasokan beras dapat segera masuk ke jaringan ritel modern yang mengalami kekurangan stok.

Ketersediaan pasokan tersebut diharapkan dapat menjaga pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan distribusi beras berjalan di tengah permintaan konsumen. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *