Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pilar Saga Ingin Putus Rantai Kemiskinan Antar-Generasi Lewat Gizi Anak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang Selatan I Harian Merdeka 

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menegaskan pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.

Menurut Pilar, persoalan gizi anak tidak semata-mata berkaitan dengan kesehatan. Kondisi gizi sejak usia dini juga dapat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang, kemampuan belajar, hingga peluang anak mengembangkan dirinya ketika dewasa.

“Jangan sampai nanti gara-gara anak-anaknya kurang gizi, mereka tidak cerdas. Ke depan mereka susah dalam mengembangkan dirinya,” kata Pilar saat menghadiri Launching Pos Gizi Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangsel di Kelurahan Bakti Jaya, Selasa (22/9/2026).

Pilar mengatakan, kualitas sumber daya manusia pada akhirnya berkaitan dengan daya saing seseorang ketika memasuki dunia kerja. Terlebih, menurutnya, lapangan pekerjaan di Tangsel tersedia, tetapi sejumlah bidang membutuhkan keterampilan dan kompetensi khusus.

“Di Tangsel kalau dicari sebenarnya pekerjaan itu ada. Tapi pertama membutuhkan kemampuan yang khusus, misalkan ahli komputer, ahli matematika, ahli teknologi,” ujarnya.

Karena itu, Pilar berharap setiap generasi dalam sebuah keluarga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Ia mencontohkan keluarga yang orang tuanya bekerja sebagai pengemudi ojek online. Menurut Pilar, pekerjaan tersebut tidak perlu dipandang rendah, tetapi kondisi tersebut diharapkan tidak menjadi pola yang terus berulang hingga generasi berikutnya.

“Saya bukan merendahkan pekerjaan ojek online. Tapi satu keluarga itu harus ada perubahan, ada peningkatan,” tegasnya.

Pilar berharap anak-anak dari keluarga tersebut kelak dapat memperoleh pendidikan dan pekerjaan dengan jenjang yang lebih tinggi. Mulai dari bekerja di sektor formal, menduduki posisi manajerial, menjadi dosen, hingga profesi lain yang membutuhkan keahlian.

“Minimal bapaknya ojek online kerja capek siang malam secara fisik, anaknya mudah-mudahan bisa kerja kantoran, dia bisa naik pangkat, naik tingkat, terus menjadi manajer dan lain sebagainya,” tuturnya.

Jangan Sampai Kemiskinan Berulang Pilar menilai peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan gizi menjadi bagian penting agar kemiskinan tidak terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ia menggambarkan kondisi ketika pekerjaan dengan tingkat keterampilan rendah terus diwariskan dalam sebuah keluarga.

“Kalau kita lingkarannya itu-itu lagi, bapaknya buruh kasar, anaknya buruh kasar, cucunya buruh kasar. Ini sampai kapan roda ini akan berputar terus? Itu harus kita putus,” katanya.

Dalam konteks tersebut, pemenuhan gizi anak menjadi salah satu intervensi yang dinilai penting. Anak yang sehat dan memperoleh asupan gizi yang memadai diharapkan memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pilar mengatakan Pemkot Tangsel telah menyiapkan sejumlah program untuk membantu masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Sekolah sudah diberikan gratis. Lalu kesehatan di rumah sakit Tangsel gratis. Apa lagi yang kurang? Oke, sekarang gizinya kurang, kita kasih program Pos Gizi ini,” ujarnya.

Pemkot Diminta Pastikan Anak Tak Kekurangan Gizi Pilar juga meminta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan ikut memastikan tidak ada anak yang mengalami kekurangan gizi akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Menurutnya, persoalan kemampuan ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak tidak mendapatkan asupan makanan yang baik.

“Yang penting ibu ini jangan sampai karena kondisi ekonomi tidak mampu memberikan anaknya asupan makanan yang baik,” katanya.

Ia menegaskan investasi terhadap anak merupakan bagian dari persiapan Tangsel menghadapi masa depan. Sebab, generasi anak-anak saat ini nantinya akan menjadi penerus pembangunan daerah.

“Yang menggantikan siapa? Adik-adik kita ini, anak-anak kita ini yang menggantikan untuk membangun Tangsel ke depan. Harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *