Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Suahasil Nazara Dorong Investasi Tumbuh 7 Persen pada 2027, Libatkan Danantara dan Dunia Usaha

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendorong penguatan investasi nasional melalui sinergi pemerintah, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dan dunia usaha. Langkah tersebut diperlukan untuk mengejar target pertumbuhan investasi sebesar 7 persen pada 2027 demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen.

Ajakan itu disampaikan Suahasil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Ia menilai pelaku usaha memiliki peran strategis dalam meningkatkan realisasi investasi dan memperkuat perekonomian nasional.

Menurut Suahasil, kontribusi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai sekitar 15 persen. Sementara itu, konsumsi masyarakat, investasi sektor swasta, dan ekspor menjadi komponen penting lainnya yang menggerakkan aktivitas ekonomi.

Karena itu, pemerintah membutuhkan keterlibatan aktif dunia usaha untuk mendorong peningkatan investasi pada tahun mendatang.

“Karena itu, investasi memang harus tumbuh 7% tahun depan. Bapak dan Ibu para anggota KADIN memegang peranan penting untuk menumbuhkan investasi ini, karena investasi itu yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Suahasil.

Ia menjelaskan, APBN memiliki fungsi strategis sebagai instrumen kebijakan fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta menciptakan kepercayaan terhadap perekonomian. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemberian insentif fiskal.

Selain APBN, Danantara juga memiliki peran dalam mempercepat investasi nasional. Lembaga tersebut diharapkan menjadi katalis untuk memobilisasi modal strategis sekaligus membuka peluang keterlibatan lebih luas bagi sektor swasta.

Suahasil menilai kebijakan fiskal pemerintah dan strategi investasi Danantara harus berjalan beriringan. APBN membangun fondasi ekonomi, sedangkan Danantara dan dunia usaha diharapkan mampu mengembangkan peluang tersebut menjadi kegiatan investasi produktif.

Dalam kesempatan itu, Suahasil turut menyoroti kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikannya, UMKM mencakup sekitar 99 persen unit usaha, menyumbang sekitar 60 persen terhadap PDB, serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.

Untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM, pemerintah menyediakan berbagai dukungan pembiayaan dan insentif. Di antaranya bantuan produktif, insentif pajak, Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan ultra mikro, serta fasilitas penjaminan ekspor.

Lebih lanjut, Suahasil menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang kondusif agar target investasi dapat tercapai. Sejumlah faktor yang perlu diperhatikan meliputi stabilitas pasar domestik, daya beli masyarakat, ketersediaan likuiditas, modal kerja, serta biaya pendanaan yang kompetitif.

Selain itu, kemudahan perizinan dan kepastian hukum dinilai menjadi faktor penting dalam memberikan kepercayaan kepada pelaku usaha. Konsistensi kebijakan serta keselarasan regulasi juga diperlukan agar perusahaan dapat merencanakan kegiatan produksi dan mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.

Suahasil menegaskan Kementerian Keuangan akan terus menjaga APBN agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, dan mempertahankan stabilitas. Pemerintah berharap fondasi yang dibangun melalui kebijakan fiskal dapat dimanfaatkan Danantara dan sektor swasta untuk memperluas investasi serta menciptakan lapangan kerja.

“Danantara dan dunia usaha, yaitu Ibu dan Bapak sekalian akan menerjemahkannya menjadi investasi, menjadi produksi, menjadi lapangan kerja dan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dan inilah sinergi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan serta menjaga stabilitas ekonomi,” pungkas Suahasil.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *