Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Salah Sebut Sila Kedua Pancasila, Plt Bupati Pati Akui Kondisi Kurang Fit

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan permintaan maaf setelah keliru membacakan sila kedua Pancasila saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Pati, Senin (17/8).

Kesalahan tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah video momen Chandra salah membacakan sila kedua Pancasila beredar di media sosial.

Chandra menjelaskan kesalahan itu terjadi karena kondisi fisiknya sedang kurang fit. Sebelum upacara berlangsung, ia mengaku mengalami keringat dingin setelah mengikuti rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang berlangsung hingga malam hari.

“Jadi kami ucapkan permohonan maaf untuk masyarakat Kabupaten Pati dan seluruh masyarakat Republik Indonesia. Itu sekali lagi tidak sengaja, memang kondisinya benar-benar posisi waktu itu kurang, enggak enak badan,” kata Chandra kepada wartawan, Rabu (19/8).

Menurutnya, padatnya agenda menjelang peringatan HUT RI membuat waktu istirahat berkurang sehingga konsentrasinya tidak maksimal saat memimpin upacara.

“Rangkaian kegiatan yang sampai malam-malam, sehingga konsentrasinya benar-benar kurang. Jadi kami mohon maaf sekali lagi,” ujarnya.

Chandra mengungkapkan kondisi tubuhnya sudah kurang baik sejak pagi sebelum upacara. Meski demikian, ia tetap menjalankan tugas sebagai inspektur upacara karena momentum peringatan kemerdekaan dinilai penting.

“Pagi hari itu kondisinya sudah keringat dingin, cuma karena posisi 17 Agustus saya harus kuat, tapi ternyata fisik manusia tidak bisa kalau memang kondisi seperti itu akhirnya blank. Itu di luar prediksi kami,” jelasnya.

Kesalahan pembacaan terjadi ketika Chandra membacakan sila kedua Pancasila. Dalam video yang beredar, ia menyebut kalimat yang berbeda dari teks resmi.

“Pancasila. Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, keadilan yang adil dan beradab,” ucap Chandra dalam video tersebut.

Akibat kekeliruan itu, peserta upacara terlihat tidak serempak saat mengikuti pembacaan sila kedua. Sementara itu, pembacaan sila ketiga hingga kelima berlangsung dengan benar.

Atas kejadian tersebut, Chandra kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pati dan seluruh masyarakat Indonesia serta menegaskan bahwa kesalahan tersebut tidak disengaja. (Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *