Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Guru di Medan Diduga Pukul 10 Siswa, Disdik Sebut yang Bersangkutan Resign

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Guru SD Negeri (SDN) 060807 Medan, Sumatera Utara (Sumut), berinisial DAL yang diduga melakukan kekerasan terhadap 10 siswa karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) memilih mengundurkan diri.

Sebelumnya, guru tersebut dilaporkan oleh orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Medan terkait dugaan kekerasan terhadap para siswa.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono, mengatakan DAL telah mengajukan surat pengunduran diri. Keputusan tersebut diambil setelah Disdik meminta yang bersangkutan untuk tidak mengajar sementara waktu.

“Informasi terakhir yang kami dapat guru tersebut sudah resign, mengundurkan diri. Dari kemarin, semenjak kejadian itu, kita perintahkan jangan ngajar dulu, dikasih piket saja. Namun yang bersangkutan mau resign, sehingga membuat surat pernyataan pengunduran diri. Jadi bukan kita yang memaksa,” ujar Mujiono, dikutip dari detikcom, Rabu (2/9).

Disdik Medan Upayakan Mediasi

Mujiono mengatakan Disdik Medan sebelumnya telah memanggil pihak sekolah dan orang tua siswa untuk mengikuti mediasi pada Selasa (1/9). Namun, orang tua siswa memilih tidak menghadiri pertemuan tersebut.

“Sudah kita panggil semuanya untuk mediasi. Namun orang tua memilih untuk tidak mau datang. Sudah dibilang, sudah ditelepon juga orang tua, sudah kita panggilkan kepala sekolah dan wali-wali kelas, namun tetap tidak mau hadir mereka,” ungkap Mujiono.

Meski demikian, Mujiono mengatakan orang tua siswa telah memaafkan kejadian tersebut. Ia menyebut kegiatan belajar mengajar di SDN 060807 Medan saat ini telah kembali berjalan normal.

“Orang tua sudah memaafkan. Sudah normal semua, cuma karena dari segi administrasi, kepala sekolah kan harus kita tegur juga melalui surat peringatan (SP) supaya enggak terjadi lagi hal-hal seperti ini kan,” katanya.

Disdik Medan tetap memberikan teguran administratif kepada kepala sekolah melalui surat peringatan (SP) agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *