Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

TB Hasanuddin Desak TNI AU Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Prajurit

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh empat anggota TNI AU lainnya di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

TB Hasanuddin menilai dugaan kekerasan yang melibatkan prajurit TNI, terlebih jika berkaitan dengan praktik senioritas, merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan.

Ia meminta proses pemeriksaan dilakukan secara transparan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan meninggalnya Serda Ahmad Muzammil.

“Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan,” kata TB Hasanuddin, Sabtu (12/9).

Menurutnya, lingkungan militer seharusnya menjadi ruang pembentukan disiplin, solidaritas, dan profesionalisme prajurit, bukan tempat berlangsungnya tindakan kekerasan yang berpotensi menghilangkan nyawa.

Ia menegaskan prajurit TNI dipersiapkan untuk menghadapi berbagai situasi dalam pelaksanaan tugas pertahanan.

Oleh karena itu, kemampuan menjalankan perintah harus berjalan beriringan dengan kekompakan dan hubungan kerja yang sehat.

“Sebagai prajurit, seseorang dipersiapkan untuk bertempur karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menjalankan komando dan perintah, tetapi juga kerja sama yang baik antarprajurit,” ujarnya.

TB Hasanuddin mengingatkan kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh soliditas antarpersonel.

Hubungan yang dibangun melalui ketakutan dan tekanan justru dapat merusak kepercayaan serta mengganggu kesiapan satuan.

“Di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian,” katanya.

Ia juga meminta para komandan di setiap tingkatan memperhatikan kondisi kehidupan prajurit yang berada di bawah tanggung jawabnya pengawasan terhadap dinamika hubungan antarpersonel, menurutnya, merupakan bagian penting dari pembinaan satuan.

“Para komandan, baik komandan peleton maupun komandan kompi, harus memperhatikan dan memahami kehidupan prajurit di lapangan hubungan antara komandan dan bawahan harus dibangun dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan saling menghargai,” jelasnya.

Terkait kasus Serda Ahmad Muzammil, TB Hasanuddin meminta TNI AU melakukan penyelidikan secara mendalam guna memastikan penyebab kematian serta rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Ia menyebut pengungkapan fakta secara menyeluruh penting untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat, sekaligus mencegah munculnya kasus serupa di kemudian hari.

“TNI AU perlu melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan unsur pelanggaran atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh personel TNI, ia meminta seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera kepada yang lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana membenarkan bahwa kasus tersebut tengah ditangani oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Udara.

“Benar dan saat ini dalam proses pemeriksaan dari POM AU terkait hal tersebut,” kata Nyoman saat dihubungi, Kamis (10/9). (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *