Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Presiden Prabowo Tinjau Ratusan Inovasi BRIN, Teknologi Karya Anak Bangsa Dipamerkan di Istana

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto meninjau berbagai hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebelum Presiden bertemu sekitar 150 periset BRIN sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan riset dan inovasi nasional.

Dalam peninjauan itu, Presiden didampingi Kepala BRIN Arif Satria yang memperkenalkan beragam inovasi di sektor energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, hingga teknologi pengolahan air. Presiden terlihat antusias berdialog dengan para peneliti dan menggali informasi mengenai potensi penerapan berbagai teknologi tersebut untuk mendukung pembangunan nasional.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian Presiden adalah teknologi pengolahan air darurat yang mampu mengubah air banjir, air payau, air sungai, maupun air tanah menjadi air siap minum. Presiden bahkan mencoba langsung hasil olahan teknologi tersebut yang telah dimanfaatkan dalam penanganan bencana dan penyediaan air bersih di berbagai daerah.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, berbagai inovasi yang dipamerkan merupakan bagian dari upaya membangun kapasitas teknologi nasional di sektor-sektor strategis. Pada bidang energi, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) melalui kolaborasi Sister Lab dengan peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa.

Menurut Arif, teknologi tersebut berpotensi mengurangi beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun apabila diterapkan secara luas.

Di sektor kedirgantaraan, BRIN terus mengembangkan teknologi pesawat, wahana nirawak, hingga satelit. Pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi, sementara satelit penginderaan jauh NEO-1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027 guna mendukung kebutuhan data di bidang pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, dan pengawasan maritim dengan efisiensi biaya misi mencapai sekitar 71,9 persen dibandingkan misi sejenis.

Untuk mendukung sektor pertahanan dan keamanan, BRIN juga memperkenalkan Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap yang mampu terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan pemantauan, survei, pemetaan, dan pengawasan wilayah secara lebih efektif.

Sementara pada sektor transportasi dan ketahanan pangan, BRIN mengembangkan kendaraan listrik, teknologi perkapalan, mesin berbahan bakar fleksibel, hingga inovasi yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya adalah kapal nelayan bertenaga listrik yang diproyeksikan mampu menekan biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan kapal berbahan bakar minyak.

Di bidang kesehatan, BRIN mengembangkan berbagai inovasi mulai dari vaksin, teknologi diagnosis, radiofarmaka, hingga alat kesehatan. Sedangkan pada sektor industri, BRIN berhasil menciptakan sepatu sekolah berbahan karet lokal dengan teknologi One Piece Injection Molding yang dapat diproduksi dengan harga di bawah Rp70 ribu, serta smart insole yang dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi medis, olahraga, dan keselamatan kerja.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan berbagai teknologi strategis lainnya, seperti pengolahan mineral kritis, teknologi nuklir, rumah modular, pelindung pantai untuk proyek Giant Sea Wall, teknologi pengelolaan sampah, hingga desalinasi air.

Arif menegaskan, penguasaan teknologi tersebut penting untuk memperkuat kemandirian bangsa sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi.

“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” ujar Arif.

Ia menambahkan, seluruh inovasi yang ditampilkan merupakan bukti kemampuan riset nasional yang perlu dihubungkan dengan kebutuhan pemerintah, dunia industri, dan masyarakat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Arif optimistis dukungan Presiden Prabowo terhadap penguatan riset akan semakin mempercepat pemanfaatan inovasi dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *