Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tolak Ganjil-Genap BBM, Ratusan Ojol Geruduk Pertamina Makassar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Makassar | Harian Merdeka

Para pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Jaringan Ojek Online (JOS) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggeruduk kantor Pertamina regional Makassar, tuntut pemberhentian ganjil genap, Senin (14/9/2026).

Mereka mulai menggelar aksi sekitar pukul 09.00 Wita, dengan menggunakan atribut ojol dan membawa flyer dengan tulisan terkait ganjil-genap.

Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) JOS, Franz (40), mengatakan bahwa aksi demonstrasi tersebut digelar untuk menolak penerapan aturan pembatasan BBM berbasis pelat nomor ganjil-genap yang dinilai menyulitkan dan merugikan ruang gerak para pekerja transportasi berbasis aplikasi di lapangan.

Menurutnya, aturan pembatasan ganjil-genap untuk pengisian BBM sangat memberatkan perekonomian para pengemudi yang bergantung penuh pada mobilitas harian.

“Hari ini kami dari JOS demo mengenai ganjil-genap yang diberlakukan oleh pemerintah. Kami minta supaya dari pemerintah dan juga Pertamina membebaskan hal seperti itu kepada kami para ojol,” ujar Franz dikutip dari Kompas.com di lokasi aksi, Senin (14/9/2026).

Dalam aksi damai yang dihadiri lebih dari 300 pengemudi tersebut, massa membawa tiga poin tuntutan utama untuk mendesak pihak regulator dan Pertamina memberikan pengecualian khusus bagi profesi ojol.

Menurut Franz, operasional harian pengemudi ojol sangat bergantung pada efisiensi pasokan bahan bakar penerapan pembatasan pembelian BBM harian berbasis pelat nomor dinilai memangkas potensi penerimaan orderan secara signifikan.

“Kami di lapangan itu setiap orderan sangat berguna buat kami, dan itu juga akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar kami. Jadi kalau diberlakukan ganjil-genap, kasihan teman-teman di lapangan,” kata dia.

Selain penolakan aturan ganjil-genap BBM, JOS Sulsel membawa dua tuntutan mendesak lainnya, yakni pencegahan kendala sistem transaksi BBM, agar tidak menyulitkan pengemudi yang bergantung pada satu akun atau satu barcode sistem kendaraan.

Selain itu, jaminan kelancaran pasokan energi publik, mereka meminta pengawasan serta penyelesaian isu kelangkaan gas LPG 3 kg yang turut berdampak pada kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil pengemudi “Kedua mengenai satu barcode sama dengan poin yang pertama dan yang ketiga adalah kelangkan gas LPG,” katanya.

Setelah melakukan demonstrasi yang cukup lama, pihak Pertamina menerima aspirasi massa aksi dan diwakili oleh 11 perwakilan pengemudi dari tiga platform aplikasi terbesar di Makassar, seperti Gojek, Maxim, dan ShopeeFood. Aksi tersebut membuahkan hasil positif.

Pihak Pertamina meluluskan tuntutan utama massa aksi dengan membebaskan seluruh pengemudi ojol dari skema ganjil-genap di seluruh SPBU di wilayah Makassar dan sekitarnya

“Alhamdulillah, semua sudah ditanggapi oleh pihak Pertamina. Hari ini semua SPBU tidak memberlakukan ganjil-genap kepada para ojol di Makassar,” jelas Franz usai keluar dari ruang mediasi.

Meski demikian, pihak Pertamina dan pengurus asosiasi menyepakati prosedur verifikasi khusus di area pengisian BBM untuk mencegah penyalahgunaan wewenang oleh pihak luar.

Franz menyebutkan bahwa pihak Pertamina membebaskan plat nomor ganjil-genap dengan syarat, pengemudi wajib mengenakan atau menunjukkan atribut resmi platform seperti jaket atau helm. Selain itu, ojol diminta untuk verifikasi aplikasi active, lalu memperlihatkan aplikasi mitra pengemudi yang aktif saat melakukan pengisian BBM di SPBU.

Franz menegaskan bahwa keberadaan 300 lebih pengemudi yang hadir dalam aksi ini merupakan representasi dari ribuan pekerja ojek online di kawasan Sulawesi Selatan yang merasakan dampak langsung dari kebijakan pengetatan BBM.

“Kami saat ini hadir kurang lebih 300 lebih peserta untuk membawakan suara teman-teman kami yang ada di lapangan. Hasilnya resmi berlaku mulai hari ini, seluruh SPBU bebas ganjil-genap untuk ojol,” pungkasnya.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, massa dari Jaringan Ojek Online Sulsel membubarkan diri secara tertib dan kembali beroperasi normal di wilayah Kota Makassar. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *