Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Imbas Kelangkaan BBM Subsidi, Sejumlah Daerah Terapkan Sekolah Daring

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah daerah memicu imbauan untuk mengurangi mobilitas, Arahan untuk melakukan pembelajaran sekolah secara daring pun dilakukan di beberapa daerah. Di Makassar, misalnya, Pemerintah Kota setempat memberlakukan pembelajaran daring mulai 12-19 September 2026.

“Dalam rangka menjaga keberlangsungan proses pendidikan serta sebagai langkah antisipatif terhadap kondisi kelangkaan dan keterbatasan BBM, perlu dilakukan penyesuaian sementara terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan,” tulis Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, dalam surat edaran resmi tertanggal Jumat (11/9/2026).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur juga mengimbau agar sekolah di bawah naungan dinas pendidikan wilayah Jember melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) imbas hambatan distribusi BBM selama 10 September hingga 12 September 2026.

“Dalam rangka menyikapi belum normalnya distribusi BBM di Kabupaten Jember dan agar tidak berdampak ke sektor lainnya,” jelas Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Achmad Imam Fauzi dalam surat resmi, tertanggal 9 September 2026.

Teranyar, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan turut menetapkan PJJ mulai besok 14 September hingga 18 September 2026.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau turut melakukan pengawasan terhadap pasokan BBM subsidi di SPBU setempat yang disebut langka, pada Jumat (11/9/2026).

Ia memantau, stok BBM Pertalite dan Solar di salah satu SPBU sekitar 16 kiloliter (KL) setiap hari.

“Kami harapkan setiap SPBU di Pangkep, khususnya Pertalite dan Solar, segera terisi agar tidak menyebabkan antrean dan kemacetan,” ujar Yusran seperti dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Pangkep, Jumat (11/9/2026). (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *